Revitalisasi
Sungai Cikapundung Menjadi Kawasan Wisata Budaya

FSRD - Wali
kota Bandung H.Dada Rosada, M.Sc bersama tim Struktur Kedinasan Pejabat Daerah (SKPD)
Pemerintah Kota Bandung, telah
memaparkan konsep Master Plan revitalisasi sungai Cikapundung yang akan menjadi
kawasan wisata budaya dan menjadi ikon pariwisata Jabar, dihadapan Deputi
Menteri Bidang Sarana dan Prasarana Dr. Ir. Dedy S.Priatna, MSc dan staff
BAPPENAS.
Presentasi
disampaikan oleh Gai Suhardja, PhD Dekan Fakultas Senirupa & Desain
Universitas Kristen Maranatha yang didampingi PT. Praja Suryaning Graha, kemudian dibahas dalam diskusi serta disimpulkan
bahwa rencana ini mendapat respons dari Bappenas untuk memperoleh dukungan
aspek kebijakan, aturan, dan pembiayaan bagi pelaksanaan program tersebut,
walau masih menunggu kajian lebih lanjut.
Gagasan
master plan Cikapundung menjadi kawasan wisata sebelumnya sudah mendapat
rekomendasi dari Gubernur Provinsi Jabar, dan kemudian rekomendasi juga dari
Pemkot Bandung, selanjutnya kajian dan penelitian yang akan dilakukan oleh
konsorsium inter-universitas di Bandung diharapkan menjadi karya sumbangsih
bagi Pemerintah Kota Bandung.
Adapun
konsep penataan sungai cikapundung menjadi kawasan wisata sungai, yang mana
akan memprioritaskan teciptanya ruang terbuka hijau sebagai ruang publik, juga
akan mengutamakan masyarakat sempadan yang menjadi potensi masyarakat usaha
kecil. Mereka memperoleh kesempatan untuk berubah dari lingkungan tempat
tinggal yang kumuh menjadi bersih, sehat dan berkualitas. Yakni dalam penataan
pemukiman yang asri maupun vertical dengan tidak mengabaikan kultur bertetangga
dan berkomunitas.
Debit
aliran sungai cikapundung yang bersedimentasi akan diupayakan untuk
pemeliharaan lingkungan dari area hulu sungai hingga hilir, penjernihan air dan
arus air dikala musim penghujan tidak lagi berakibat banjir karena akan ada
cekungan menampungnya yang mana ketika musim kemarau akan menjadi persediaan
untuk tetap mengalir secara normal.
Cikapundung
menjadi area pariwisata yang memberi peluang bagi industri kreatif, karena
tidak meniadakan para pengusaha kecil, pengrajin dll, bahkan mereka mendapat
pendampingan pelatihan untuk peningkatan kemampuan wirausaha dari para ahli
yang tergabung dari dosen/mahasiswa dalam tugas pengabdian pada masyarakat.
Sungguh
harapan banyak pihak dikota Bandung supaya Cikapundung menjadi kawasan yang
hidup dalam kultur yang baru, yaitu bersih, sehat, tertib dan kreatif mengatasi
pertumbuhan arus wisata kota Bandung dalam menyajikan atmosfir yang
berkualitas.
Gai
Suhardja, Ph.D - FSRD