Friday, September 03, 2010
  [English Version]   ..:: News » 2010 » Januari » Revitalisasi Sungai Cikapundung di Bappenas ::..       
 Revitalisasi Sungai Cikapundung Menjadi Kawasan Wisata Budaya    

Revitalisasi Sungai Cikapundung Menjadi Kawasan Wisata Budaya


Pembahasan-Revitalisasi.jpg

 

FSRD - Wali kota Bandung H.Dada Rosada, M.Sc bersama tim Struktur Kedinasan Pejabat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota Bandung,  telah memaparkan konsep Master Plan revitalisasi sungai Cikapundung yang akan menjadi kawasan wisata budaya dan menjadi ikon pariwisata Jabar, dihadapan Deputi Menteri Bidang Sarana dan Prasarana Dr. Ir. Dedy S.Priatna, MSc dan staff BAPPENAS.

 

Presentasi disampaikan oleh Gai Suhardja, PhD Dekan Fakultas Senirupa & Desain Universitas Kristen Maranatha yang didampingi PT. Praja Suryaning Graha,  kemudian dibahas dalam diskusi serta disimpulkan bahwa rencana ini mendapat respons dari Bappenas untuk memperoleh dukungan aspek kebijakan, aturan, dan pembiayaan bagi pelaksanaan program tersebut, walau masih menunggu kajian lebih lanjut.

 

Gagasan master plan Cikapundung menjadi kawasan wisata sebelumnya sudah mendapat rekomendasi dari Gubernur Provinsi Jabar, dan kemudian rekomendasi juga dari Pemkot Bandung, selanjutnya kajian dan penelitian yang akan dilakukan oleh konsorsium inter-universitas di Bandung diharapkan menjadi karya sumbangsih bagi Pemerintah Kota Bandung.

 

Adapun konsep penataan sungai cikapundung menjadi kawasan wisata sungai, yang mana akan memprioritaskan teciptanya ruang terbuka hijau sebagai ruang publik, juga akan mengutamakan masyarakat sempadan yang menjadi potensi masyarakat usaha kecil. Mereka memperoleh kesempatan untuk berubah dari lingkungan tempat tinggal yang kumuh menjadi bersih, sehat dan berkualitas. Yakni dalam penataan pemukiman yang asri maupun vertical dengan tidak mengabaikan kultur bertetangga dan berkomunitas.

 

Debit aliran sungai cikapundung yang bersedimentasi akan diupayakan untuk pemeliharaan lingkungan dari area hulu sungai hingga hilir, penjernihan air dan arus air dikala musim penghujan tidak lagi berakibat banjir karena akan ada cekungan menampungnya yang mana ketika musim kemarau akan menjadi persediaan untuk tetap mengalir secara normal.

 

Cikapundung menjadi area pariwisata yang memberi peluang bagi industri kreatif, karena tidak meniadakan para pengusaha kecil, pengrajin dll, bahkan mereka mendapat pendampingan pelatihan untuk peningkatan kemampuan wirausaha dari para ahli yang tergabung dari dosen/mahasiswa dalam tugas pengabdian pada masyarakat.

 

Sungguh harapan banyak pihak dikota Bandung supaya Cikapundung menjadi kawasan yang hidup dalam kultur yang baru, yaitu bersih, sehat, tertib dan kreatif mengatasi pertumbuhan arus wisata kota Bandung dalam menyajikan atmosfir yang berkualitas.


Gai Suhardja, Ph.D - FSRD

   
    
 Info PMB-USM    
   
    
 Agenda    
   
    
 LINK    
   
    
Hasil Kreasi Divisi Web Administrasi