“Mengenang Kembali Budaya Batak Melalui Senandung Batak Lima Puak”
BANDUNG (25/06) Senandung Batak Lima Puak dilaksanakan Minggu, 25 Juni di GSG UKM. Acara ini dilaksanakan sebagai salah satu usaha menggalang dana dalam keikutsertaan PSM UKM pada 6th Internationaler Chorwetbewerb di Miltenberg, Germany yang lalu. Acara ini dilaksanakan mengingat banyak diantara anggota PSM UKM yang bersuku Batak dan ada satu kerinduan untuk dapat menggelar acara yang dapat memperkenalkan budaya Sumatera Utara (Batak) di Jawa Barat dan sebagai satu usaha untuk kembali mengingatkan akan budaya leluhur bagi masyarakat Batak yang berada di Jawa Barat.
Menyanyikan lagu Batak bukan suatu hal yang asing bagi PSM UKM, sudah beberapa kali PSM UKM membawakan lagu-lagu Batak, bahkan PSM UKM sudah pernah menggelar konser di Medan dalam rangka menggalang dana dalam keikutsertaan pada kompetisi Paduan Suara Internasional, 7th Rhodes Internasional Music Festival di Yunani, tahun lalu.
Selain lagu-lagu dari Batak, PSM UKM juga memiliki kumpulan lagu-lagu dari seluruh Indonesia (folklore) yang 1 tahun terakhir ini rutin dibawakan dalam setiap kesempatan, seperti dibawakan pada konser Tahunan Journey to Asia (2001), Pre Competition Concert to Miltenberg Germany, Pembukaan GWM, dsb.
Senandung Batak Lima Puak, menghadirkan artis Victor Hutabarat, Santa Hoky Ginting, Trio Santana, Arsad Brutu, Dolok Surungan Group (Gondang & Uning-uningen). Masing-masing artis tersebut mewakili 5 etnis yang ada di Batak yaitu, Batak Toba, karo, Simalungun, Pak-pak dan Dairi. Lagu-lagu yang dibwakan juga bervariasi, dimulai dari lagu-lagu lama yang sudah lama tidak terdengar sampai lagu-lagu baru. Para bintang tamu masing-masing membawakan 5 lagu dari daerah masing-masing. Pada kesempatan ini PSM UKM juga membawakan lagu Sik-Sik Si Batu Manikam dari daerah Batak Toba.
Senandung Batak Lima Puak juga melibatkan mahasiswa Karo yang berada dalam Ikatan Mahasiswa Karo Maranatha (IMKAMA), dimana mereka membawakan tari-tarian Karo dan memainkan alat musik tardisional.
“Acara ini bukan hanya dalam bentuk nyanyian, kesatuan acara seperti tarian dan permainan alat musik tradisonal disatukan untuk mendapatkan kesatuan acara yang menarik. Seperti acara pembukaan yang diiisi oleh tarian Gundala-Gundala dari Karo, disambut tarian tor-tor (Batak Toba) oleh PSM UKM diiringi Gondang dari Dolok Surungan, menciptakan suasana daerah yang sudah sangat jarang ditemukan dalam keseharian” kata Luluina yang bertanggung jawab dengan acara ini. (yr)